Selasa, 23 April 2013

Last day Dutch Foundation

Just check with panorama photo . Hari terakhir Dutch Foundation. Semangat...
Audien hari ke-3 lebih tepat waktu. Dua jempol untuk kita semua. Tapi kok jumlahnya berkurang ya dibanding 2 hari sebelumnya. Kemana ya menghilangnya?
Tapi topik hari ke-3 ini sangat menarik. Open my mind. Standing applaus untuk semua speaker. Thanks untuk kebaikannya berbagi ilmu. GBU all.



Senin, 22 April 2013

Catatan kecil day 2 Dutch Foundation

Catatan kecil di hari kedua Dutch Foundation for postgraduate Medical courses. Jam 08.00 tepat dimulai tapi dimana audien? Apakah kecapekan di hari pertama? Atau karena hujan yang mengguyur Surabaya, membuat jalanan macet sehingga terlambat datang?
Semoga ini bukan budaya bangsa kita. Sementara tamu dari Belanda sudah datang. Jadi merenung, apakah ini yang menyebabkan bangsa kita dijajah Belanda?
Sementara kursus baru berjalan 20 menit, listrik mati 3 kali. Ooh sangat menyedihkan dan .... (Silakan pembaca lanjutkan sendiri kalimatnya)


Minggu, 21 April 2013

Day 1 Dutch Foundation

Hari pertama Dutch Foundation for postgraduate Medical courses in Indonesia. Enjoy it...

Selasa, 09 April 2013

O, KOTA TERCINTA BUMI KELAHIRAN


Untuk : Sragen



Kutulis rinduku lewat nafas-nafas angin malam tanpa jiwa
bertaburkan kerlingan bintang yang terurai
dalam keheningan
          :  aku rindu
             menelusuri kembali sejuknya nuansamu
             menapaki semuanya
             namun ada gamang di sudut hati
             masihkan terdengar gemerisik angin 
             membelai dedaunan
             membasuh segala bayangan dan lamunan diri
             tetapkah dikau seperti gadis desa
             lugu, polos, tak bermake-up, tak bergincu?


Kurajut rinduku di mega-mega angkasa
berselimutkan hamparan langit biru
Setelah sekian lama aku mengembara
mencari jati diri
mencari jatining hidup yang hakiki
          :  puluhan kota tlah kulalui
             semua telah berubah
             memacu diri dalam derap pembangunan
             Apakah kau akan seperti itu?


Kulenggangkan rinduku dalam sukma
bersandingkan bunga-bunga asmara dalam dada
dalam kesendirian kukidungkan
tembang-tembang kehidupan
kurangkum dalam suatu simphoni
          :  malam ini kukejar bulan-Mu
             sebagai teman menelusuri jalan malam
             - o, kota tercinta, bumi kelahiran
             sekarang baru terasa rinduku
             semakin menggebu


Dan ketika aku singgah ke pangkuanmu
melepas segala rindu
melepas segala hasrat berjumpa
          :  Sragen
             kini kau bukan kotaku yang dulu
             tapi kau kota impianku
             Dalam arena pembangunan
             kau gelarkan segala pesonamu
             kau singkapkan segala tirai prestasimu
             dalam kibaran panji SRAGEN ASRI
             - o, kota tercinta, bumi kelahiran
             kau kepakkan sayapmu
             melanglang buana, menguak batas cakrawala
             - o, kota tercinta, bumi kelahiran

- Suatu saat nanti kita kan menyatu
  dalam jiwa yang bersatu



Sragen, 1991
kutulis ulang sebagai kenangan
Juara III Lomba Cipta Puisi Hari Jadi Kota Sragen



Senin, 08 April 2013

BALADA SEBUAH HATI


Dalam temaramnya senja yang memerah
kulihat sebuah hati yang hancur
manakala sesuatu hal terjadi
terdengar senandung kesedihan :
dalam kesendirian
menggetarkan nurani kehidupan
dalam kanvas persahabatan
tergores luka teramat dalam
terpatri suatu jejas yang tak bertepi


Lalu kulihat hati itu berontak
lepaskan diri
dari transformasi habitat yang ia miliki
namun tak kuasa
menahan derasnya gelombang
yang menggoyahkan eksistensi diri
dan ia harus beradaptasi
"Aku telah membayar mahal semua ini Tuhan"
teriaknya di tengah semakin
remuknya dirinya
"Namun, aku semakin tahu Tuhan;
kepastian firman-Mu
Engkau hanya Engkau
yang tak pernah berubah,
Kasih-Mu selamanya
Engkau hanya Engkau
yang mau mengerti dan tetap setia Tuhan...!"
serunya lagi ditengah isaknya
yang makin menjadi


Makin hari, ia semakin atrofi
dan lenyaplah
tanpa bekas yang tersisa
T  .  r  .  a  .  g  .  i  .  s  !!!


Dan ketika kuamati diriku
kudapati hatiku tiada di tempatnya
Aku terkesiap
berarti hati yang kulihat itu
adalah ..........



Kedungjati 12
pada suatu ketika


Kamis, 04 April 2013

SENANDUNG ELANG


Tidak bolehkah sesekali elang berduka
menitikkan air mata seirama gemuruh dada
mengepakkan sayap dengan luka nganga
menyeruak mega dengan asa yang tersisa
tanpa rasa
terbang ke nirwana
tanpa batas yang ada


Tidak bolehkah sesekali elang bersedih
merintih perih dalam hati yang pedih
tergugu dalam awak letih
hingga hilang segala ceria
dalam duka yang tak ternama


: Oh...
hari ini senandung elang adalah senandung tangis dan sendiri
ditelan temaramnya senja kali ini
meski kegagahan masih elang punya
namun hati elang tiada
Masihkah elang sanggup mengepakkan sayap
menguak kabut yang tak terkira
sampai kapan elang akan berduka
sementara waktu menjelang tiba




Surabaya, 4 April 2013
saat elang terluka

Rabu, 03 April 2013

DOA


Di bawah telapak-Mu
kubersimpuh dengan bibir kelu
tak kuasa aku memandang wajah-Mu
tertunduk aku dalam tatapan sayu

Aku datang lagi
mengetok pintu rumah-Mu
walau terasa hambar & hampa
pilar-pilar-Mu yang kukuh
menyangga ragaku yang rapuh
yang penuh luka karna dosa

Aku datang lagi pada-Mu
setelah lelah sudah aku mengembara
mengais harapan di antara bayang-bayang
mencari sekeping hati suci
di tengah padang ilalang dunia

Biarlah kini ...
di hadapan-Mu kutundukkan wajahku
kusatukan kata hatiku
dalam sebuah
doa


Surabaya, 3 April 2013
sebuah kerinduan