Selasa, 15 Januari 2013

”IndoVerta.Com - SOLUSI PROMOSI ONLINE EFEKTIF, EFISIEN & TEPAT SASARAN“

Malam ini saya ingin berbagi pengetahuan dengan para blogger sekalian tentang informasi yang baru saya dapat. Bagi saya, hal ini adalah sesuatu yang baru dan sangat bermanfaat. Saya berharap info ini pun bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Informasi tersebut tentang hadirnya sebuah jaringan iklan Pay per Unique Click : IndoVerta.

Apa sih IndoVerta itu?
IndoVerta adalah sebuah jaringan iklan Pay per Unique Click yang menghubungkan para pengiklan (advertiser) dan para penayang iklan (publisher) dalam memanfaatkan media internet sebagai sebuah sarana pemasaran dan pengembangan bisnis di Indonesia. Jadi iklan Anda akan dilihat oleh ribuan pengunjung dari berbagai blog/website . Untuk siapa pun yang ingin bergabung untuk beriklan atau mencari peluang penghasilan tambahan dari blog/websitenya.

Apa keuntungan memasang iklan di IndoVerta?
Sebagai pelaku bisnis kita tidak bisa menghindari yang namanya PROMOSI. Bahkan bisnis dan promosi berkaitan erat. Bisnis tanpa promosi adalah lumpuh, sedangkan promosi tanpa bisnis tidak ada artinya apa-apa. Bahkan bisa dikatakan promosi adalah urat nadi dari bisnis. Tanpa promosi yang baik, mustahil produk atau blog serta website kita didatangi pengunjung.
Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita memilih dari begitu banyak penyedia iklan PPC. Begitu banyak penyedia jasa iklan PPC yang murah, namun dapatkah dipercaya? IndoVerta menjawab tantangan ini. Berbagai keuntungan dapat diperoleh dengan memasang iklan di IndoVerta :
  1. Efektif, karena dengan beriklan di IndoVerta, iklan kita akan tersebar di blog/website yang menjadi anggota/jaringan IndoVerta. Tentu saja sangat menguntungkan dari sisi biaya yang dikeluarkan.
  2. Efisien, karena kita tidak perlu memasang iklan di banyak website. Cukup memasang di IndoVerta, iklan kita sudah ada di website lain.
  3. Tepat Sasaran, karena penghitungan berdasarkan klik. Secara psikologis, orang yang meng-klik iklan yang kita buat, merupakan "target" iklan kita. Jadi, sedikit kemungkinan terjadi salah sasaran.
  4. Paket iklan yang disediakan IndoVerta dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan kita. Kita bisa memilih paket/program pemasangan iklan teks ataupun banner.
  5. Harga murah, karena biaya yang kita keluarkan sebanding bahkan lebih besar dari yang kita peroleh.
  6. Program promosi terpercaya, karena dengan sistem bayar Pay per Unique Click, memastikan bahwa kita hanya perlu membayar iklan kita apabila ada pengunjung yang melakukan klik pada iklan kita dengan IP yang unik.
Hadirnya IndoVerta menjawab semua kebutuhan para pelaku bisnis. Ada banyak penyedia jasa iklan ppc murah di luar sana, namun IndoVerta pilihan terbaik anda.

Apa keuntungan menjadi Penerbit iklan IndoVerta?
Bagi para blogger yang ingin menambah income dari blog, juga bisa memanfaatkan kesempatan ini. Dengan menjadi penerbit iklan IndoVerta di blog, kita akan memiliki kesempatan mendapatkan penghasilan pasif atau tambahan. Situs kita akan dilengkapi dengan link iklan IndoVerta, sesuai yang kita ingin tampilkan, dengan sistem bayar per klik (PPC). Kita akan mendapatkan penghasilan apabila ada yang melakukan klik terhadap iklan IndoVerta di situs kita. Dan, kabar baiknya, ini GRATIS.

Tunggu apalagi? Bergabunglah dengan IndoVerta, solusi promosi online yang efektif, efisien dan tepat sasaran.





Senin, 14 Januari 2013

DUKAKU

Mendung hitam yang menggelayuti langit
bermetamorfosa menjadi rintik dan derasnya hujan
mewarnai sempurna
dukaku karena kehilanganmu

Aku terdiam
menahan buncah rasa dalam dada
kenangan bersamamu seakan berputar dalam kepala
mengiris, mengurai, mengoyak jiwa
bahkan glandula lacrimalisku pun
tak mampu menahan butiran-butiran perak

"Le, bocah lanang iku kudu bisa mikul dhuwur lan mendhem jero"
Aku sudah lakukan itu Bapak, lirih suaraku dalam hati
saat harus kugotong petimu dan menimbun tanah pusaramu
pun telah kulakukan yang terbaik untuk menjunjung namamu
dengan segenap asa prestasiku
sehingga semuanya boleh tertanam dalam kebanggaan hatimu

Aku tertegun
terusik lagi wejanganmu
"yang dari tanah akan kembali menjadi tanah"
saat melihat pusaramu
yang di dalamnya tertanam tubuhmu yang rapuh

Hidup adalah perjalanan waktu
dan kita semua sedang berlayar pada satu tujuan yang sama
kematian hanyalah pintu menuju hidup yang kekal
aku melihatmu tersenyum dalam wajah fanamu
aku tahu,
karena engkau sudah dalam pelukan Bapa di Sorga

Selamat berpulang Bapak
Selamat berpulang ke Rumah Bapa di sorga
Damai sejahtera-Nya akan melingkupimu selalu


Surabaya, 15 Januari 2013
Bahkan puisi ini tidak bisa menggambarkan dukaku

Rabu, 09 Januari 2013

BAGAIMANA CARA MENGUBAH DUNIA?

Renungan sore...
Mungkin kita masih ingat film Evan Almighty, film ini baru saja diputar di salah satu televisi swasta. Dalam film tersebut Evan mendapat mandat dari Tuhan agar membuat bahtera dan menjadi "seperti nabi Nuh". Terlepas dari cerita filmnya yang sangat fiksi sekali, ada satu hal yang membuat saya menjadi merenung. Lebih tepatnya pada salah satu adegan atau dialog antara Evan dan Tuhan.
Saat itu Evan bertanya, "Bagaimana saya bisa merubah dunia?" Jawab Tuhan (digambarkan dalam wujud manusia)  sambil tersenyum menjawab, " Dengan perbuatan baik satu demi satu"
Dialog tadi sangat menyentuh hati saya dan mengusik saya. Seringkali kita berusaha agar dunia kita (lingkungan) kita berubah menjadi baik, namun acap kali juga kita menjadi patah semangat dan akhirnya malah menoleransi dan kompromi. Satu hal yang bisa merubah adalah diri kita sendiri. Dunia yang sudah penuh dosa ini, bisa kita perbaiki mulai dari kita dengan berbuat baik satu demi satu.
Selamat sore, selamat berbuat baik bagi sesama dan lingkungan kita..

Selasa, 08 Januari 2013

CIC (Clean Intermittent Catheterization)

Malam ini, teman saya sejawat obsgyn bertanya tentang CIC. Artikel berikut semoga bermanfaat untuknya.
CIC singkatan dari Clean Intermittent Catheterization atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Kateterisasi berkala.
Katetrisasi berkala dikemukakan Lapides (1972) yang telah membuktikan bahwa kateterisasi berkala dengan teknik clean saja, tanpa kondisi steril cukup bermakna untuk mencegah infeksi kandung kemih.
Keuntungan CIC :
  1. Dicegah adanya tekanan intravesikal yang tinggi, atau keregangan yang berlebihan dari kandung kencing. Akibatnya aliran darah ke mukosa kandung kemih dapat dipertahankan seoptimal mungkin dan hal ini memberikan kemampuan menolak invasi bakteri.
  2. Kandung kemih dapat terisi dan dikosongkan berkala, seakan-akan kandung kemih yang berfungsi "normal". Selain ditiadakannya medium residual yang memungkinkan bakteri tumbuh dan berkembang biak, juga merupakan latihan otot kandung kemih.
  3. Dapat dicegah peregangan yang berlebihan karena volume urin yang tinggi di dalam kandung kemih, juga dapat dicegah pengerutan oleh karena kandung kemih yang selalu kosong.
  4. Memungkinkan sistem yang selalu tertutup dan meniadakan benda asing (indwelling foreign bodies)di dalam kandung kemih dengan demikian mengurangi resiko infeksi.
  5. Jika dimulai terlalu dini pada penderita trauma atau cidera sumsum tulang belakang, maka penderita dapat melewati masa spinal shock secara fisiologik sehingga afferent feedback ke sumsum tulang belakang tetap terpelihara.
  6. Penderita dapat hidup tanpa diganggu oleh kateter yang menggelantung di alat miksinya, sehingga program latihan atau kegiatan sehari-hari lebih bebas.
  7. Teknik cukup mudah, dapat diajarkan kepada penderita sendiri atau keluarga.
  8. Angka keberhasilan mencapai kondisi "bebas kateter" lebih tinggi dibanding indwelling catheterization.
Teknik CIC ini mudah, murah dan aman. Pelaksana (perawat, keluarga atau penderita sendiri) cukup mencuci tangan dengan sabun dan air bersih (clean) dapat dibantu dengan sedikit alkohol 70% untuk membersihkan jari-jari tangan dan tidak perlu memakai sarung tangan steril.
Kateter yang dipakai Nelaton kateter cukup dicuci dengan air yang sudah dididihkan, dapat juga direbus kemudian didinginkan. Secara umum CIC mengurangi komplikasi pemakaian IDC.
Syarat CIC :
  1. Bebas infus atau direncanakan untuk aff infus
  2. Pada pemeriksaan Urin Lengkap : lekosit < 5/lpb
  3. Evaluasi RUV (Residual Urine Volume) untuk mengetahui apakah perlu progran CIC atau tidak
Evaluasi RUV :
  1. Minum air 150-200 cc/jam, selama 3 jam berturut-turut
  2. Jam ke-4 dihitung urin yang dikeluarkan spontan dengan stimulasi fisik & mengejan (Forced Void Urine)
  3. Dilakukan kateterisasi Nelaton kateter No.14 atau 16, diukur urin yang didapat sebagai RUV (Residual Urine Volume).
  4. Dihitung % residual urine dengan rumus :        RUV              x 100%
                                                                              FVU + RUV
Jika RUV < atau sama dengan 20% maka bebas CIC
Jika RUV > 20 % maka perlu CIC

Program CIC :
  1. Buat daftar harian : jumlah cairan yang masuk, FVU dan RUV. Jumlah minum yang dianjurkan 1500-1800 cc dan minum terakhir jam 20.00
  2. RUV 250cc atau lebih maka CIC 6x/hari atau tiap 4 jam (siang dipendekkan sehingga kateter terakhir jam 22.00)
  3. RUV : 150-250cc maka CIC tiap 6 jam (4x/hari)
  4. RUV : 100-150cc maka CIC tiap 8 jam
  5. RUV tetap 100cc atau lebih rendah, diatas 50cc maka CIC tiap 12 jam atau 24 jam (2x atau 1x/hari)
  6. RUV 50cc atau kurang maka bebas CIC
  7. Kadang-kadang batas lebih tinggi untuk bebas CIC, 100cc untuk wanita, 75cc untuk pria.
  8. Jika bebas CIC, perlu dilakukan tes RUV tiap minggu. Jika 2x tes RUV tetap 75cc atau kurang maka tes dilakukan tiap 2 minggu, jika hasilnya tetap 75cc atau kurang tes dilakukan 4 minggu sekali.
Catatan selama program CIC :
  1. Penderita distimulasi untuk kencing dulu serta disuruh mencoba miksi sendiri sebelum dilakukan kateterisasi.
  2. Pemeriksaan UL tiap minggu, jika perlu dilakukan pemeriksaan kultur dan sensitivitas.
  3. Buat daftar harian untuk waktu kateterisasi (jam) dan jumlah RU (Residual Urine) yang disesuaikan dengan waktu tidur serta kunjungan tamu (jangan pada jam-jam kunjungan tamu).
Wah, uraiannya cukup panjang ya...Semoga bermanfaat.

Sumber : IKFR Unair

Rabu, 02 Januari 2013

MENDIDIK ANAK MENCINTAI BUKU


Adalah tugas orang tua untuk mendidik anak gemar membaca dan mencintai buku. Mengapa? Karena pendidikan pertama yang diterima anak berasal dari lingkungan keluarga. Selain itu seperti kita ketahui buku adalah jendela ilmu, sepanjang hidup kita kita akan bertemu dan membutuhkan buku. Otak anak mengalami masa konstruksi yang cepat sejak janin hingga anak-anak berusia 3 sampai 4 tahun atau biasa disebut periode emas perkembangan otak anak. Proses perkembangan otak anak ditentukan nutrisi dan stimulasi atau rangsangan. Buku salah satu media yang baik dalam menstimuli perkembangan otak anak. Penanaman sejak dini kecintaan akan buku perlu dilakukan meskipun anak belum bisa membaca.
Bagaimana cara mendidik anak mencintai buku? Sebagai orang tua kita harus menjadi teladan bagi mereka. Jika ingin anak kita mencintai buku maka orang tua juga harus mencintai buku. Jadikan membaca buku sebagai habit atau kebiasaan dan kegiatan keluarga yang menyenangkan. Sebagai contoh pergi ke kebun binatang dengan buku tentang hewan. Berwisata ke pegunungan dengan buku tentang tumbuh-tumbuhan. Buatlah rak buku yang mudah dijangkau anak-anak, bacakan dongeng sebelum tidur. Jadikan buku sebagai hadiah ulang tahun mereka. Bisa juga ajaklah anak ke toko buku jika sedang bepergian ke mall. Satu hal lagi batasi waktu menonton televisi, sehingga waktu membaca atau berinteraksi dengan buku lebih banyak. Namun semuanya itu kembali tergantung kepada kita mau jadi seperti apa kelak anak kita. Generasi yang mencintai buku dengan wawasan luas yang berguna bagi lingkungannya atau sebaliknya.


AGUS PRASETYO
Dokter sedang studi
Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
FK Unair

Kamis, 27 Desember 2012

6 LANGKAH MUDAH MEMBACA ANALISA GAS DARAH


Saat putaran di bangsal Dewasa/Umum seringkali saya mendapati hasil BGA (Blood Gas Analysis) atau dalam bahasa Indonesianya Analisa Gas Darah. Karena bingung membacanya saya browsing di internet dan ketemu 6 langkah mudah membaca analisa gas darah dari http://www.ed4nurses.com/resources. Terima  kasih sudah mengajarkannya kepadaku. Berikut 6 langkah mudah tadi :
1. Lihat pH
Langkah pertama adalah lihat pH. pH normal dari darah antara 7,35 – 7,45. Jika pH darah di bawah 7,35 berarti asidosis, dan jika di atas 7,45 berarti alkalosis.
2. Lihat CO2
Langkah kedua adalah lihat kadar pCO2. Kadar pCO2 normal adalah 35-45 mmHg. Di bawah 35 adalah alkalosis, di atas 45 asidosis.
3. Lihat HCO3
Langkah ketiga adalah lihat kadar HCO3. Kadar normal HCO3 adalah 22-26 mEq/L. Di bawah 22 adalah asidosis, dan di atas 26 alkalosis.
4. Bandingkan CO2 atau HCO3 dengan pH
Langkah selanjutnya adalah bandingkan kadar pCO2 atau HCO3 dengan pH untuk menentukan jenis kelainan asam basanya. Contohnya, jika pH asidosis dan CO2 asidosis, maka kelainannya disebabkan oleh sistem pernapasan, sehingga disebut asidosis respiratorik. Contoh lain jika pH alkalosis dan HCO3 alkalosis, maka kelainan asam basanya disebabkan oleh sistem metabolik (atau sistem renal) sehingga disebut metabolik alkalosis.
5. Apakah CO2 atau HCO3 berlawanan dengan pH
Langkah kelima adalah melihat apakah kadar pCO2 atau HCO3 berlawanan arah dengan pH. Apabila ada yang berlawanan, maka terdapat kompensasi dari salah satu sistem pernapasan atau metabolik. Contohnya jika pH asidosis, CO2 asidosis dan HCO3 alkalosis, CO2 cocok dengan pH sehingga kelainan primernya asidosis respiratorik. Sedangkan HCO3 berlawanan dengan pH menunjukkan adanya kompensasi dari sistem metabolik.
6. Lihat pO2 dan saturasi O2
Langkah terakhir adalah lihat kadar PaO2 (nilai normal 80-100 mmHg) dan O2 sat (nilai normal 95-100%). Jika di bawah normal maka menunjukkan terjadinya hipoksemia.
Untuk memudahkan mengingat mana yang searah dengan pH dan mana yang berlawanan, maka kita bisa menggunakan akronim ROME.
Respiratory Opposite : pCO2 di atas normal berarti pH semakin rendah (asidosis) dan sebaliknya.
Metabolic Equal : HCO3 di atas normal berarti pH semakin tinggi (alkalosis) dan sebaliknya.
Penjelasan langkah ke-5 tentang kompensasi
Kompensasi adalah usaha tubuh untuk menjaga homeostasis dengan mengoreksi pH. Sistem yang berlawanan akan melakukan hal ini.
Komponen sistem pernafasan untuk menyeimbangkan pH adalah CO2 yang diproduksi melalui proses seluler dan dibuang oleh paru.
Komponen sistem renal untuk menyeimbangkan pH adalah bikabonat (HCO3) yang dihasilkan ginjal. Ginjal juga mengontrol pH dengan mengeliminasi ion hidrogen (H+). Kedua sistem ini berinteraksi melalui formasi carbonic acid (H2CO3).
Sistem pernafasan menyeimbangkan pH dengan meningkatkan atau mengurangi respiratory rate (RR), dengan cara memanipulasi level CO2. Nafas cepat dan dalam untuk mengeluarkan CO2, nafas pelan dan dangkal untuk menyimpan CO2.
Jika pH imbalans karena gangguan sistem pernafasan, maka sistem renal akan mengoreksinya, demikian juga sebaliknya. Proses ini disebut kompensasi. Kompensasi mungkin tidak selalu komplit. Kompensasi yang komplit mengembalikan keseimbangan pH ke nilai normal. Kadang-kadang imbalans terlalu jauh untuk dikompensasi mengembalikan pH menjadi normal, ini disebut kompensasi parsial.



Contoh kasus :
Hasil BGA : 

  1. pH asidosis
  2. CO2 asidosis
  3. HCO3 normal
  4. CO2 sesuai pH sama-sama asidosis sehingga imbalans berupa respiratory acidosis
  5. HCO3 normal maka tidak ada kompensasi
  6. pO2 dan O2 sat rendah berarti hypoxemia
Diagnosis BGA : uncompensated respiratory acidosis with hypoxemia

Mudah bukan?? Selamat mencoba untuk hasil BGA yang lain.
Semoga bermanfaat
Sumber: 6 Easy Steps to ABG Analysis

Senin, 17 Desember 2012

HUJAN-HUJANAN AMAN BAGI ANAK


Kinan (2,5 tahun), anak saya, suatu hari bertanya kepada mamanya tentang apakah dia boleh main hujan-hujanan? Maklum selama ini memang belum pernah main hujan-hujanan seperti yang dilakukan anak-anak pada umumnya. Bukannya over proteksi, tapi yang kami tahu air hujan mengandung partikel dan gas yang bisa membuat tubuh kita sakit jika daya tahan tubuh lemah. Karena tidak mau mengambil risiko, kami memikirkan cara main hujan-hujanan yang baik bagi Kinan.
Kami menemukan solusi, lebih tepatnya ini ide mamanya Kinan. Kinan boleh main hujan-hujanan jika memakai alat perlindungan diri. Alat-alat tersebut berupa sepatu bot, jas hujan dan payung. Kami pun akhirnya melengkapi alat-alat tersebut. Karena jas hujan anak-anak tidak ada yang seukuran Kinan, bahkan ukuran yang terkecil sekalipun, jas hujan tersebut digantikan jaket. Alhasil Kinan dengan sukacita menikmati main hujan-hujanan dan kami pun tidak was-was akan akibat buruk air hujan.
(Artikel ini sudah di muat di Jawa Pos, Rubrik Gagasan Sabtu, 15 Desember 2012)