Kamis, 16 Mei 2013

APAKAH ITU CINTA ?




Apakah itu cinta?
apakah saat dadaku berdesir ketika melihatmu?
manakala darah dadaku
terlambat mengisi isi sekuncup jantungku?


Apakah itu cinta?

apakah saat kerling mata dan senyummu
membuat beku darahku
membuat neurotransmiter otakku
tak mengalirkan arus listrik
sehingga aku terpaku
kelu di hadapanmu?




Apakah itu cinta?
Dan tak kudapati dalam kamus Dorlandku

STATUS QUO


Putih
Kosong
Tak berisi
Kemana kan kucari

Gundah
Galau
Memenuhi ruang rasa
Kapan kan sirna

Aku kehilanganmu
Kata-kata di mana kau berkelana
Jiwa dari segala jiwa merindukanmu
Mengalirkan asa yang tersisa

Mata yang terbuka
Pikiran terpenjara dalam quo tak terkira
Membelai nestapa
Mencabik rasa kecewa

Aku tergugu
Menatap sang waktu yang memburu
Lirih kuserukan doaku
“ Tuhan, tolong aku.... “




Surabaya, 15  Mei 2013
Saat out of the track ilmiahku

Selasa, 23 April 2013

Last day Dutch Foundation

Just check with panorama photo . Hari terakhir Dutch Foundation. Semangat...
Audien hari ke-3 lebih tepat waktu. Dua jempol untuk kita semua. Tapi kok jumlahnya berkurang ya dibanding 2 hari sebelumnya. Kemana ya menghilangnya?
Tapi topik hari ke-3 ini sangat menarik. Open my mind. Standing applaus untuk semua speaker. Thanks untuk kebaikannya berbagi ilmu. GBU all.



Senin, 22 April 2013

Catatan kecil day 2 Dutch Foundation

Catatan kecil di hari kedua Dutch Foundation for postgraduate Medical courses. Jam 08.00 tepat dimulai tapi dimana audien? Apakah kecapekan di hari pertama? Atau karena hujan yang mengguyur Surabaya, membuat jalanan macet sehingga terlambat datang?
Semoga ini bukan budaya bangsa kita. Sementara tamu dari Belanda sudah datang. Jadi merenung, apakah ini yang menyebabkan bangsa kita dijajah Belanda?
Sementara kursus baru berjalan 20 menit, listrik mati 3 kali. Ooh sangat menyedihkan dan .... (Silakan pembaca lanjutkan sendiri kalimatnya)


Minggu, 21 April 2013

Day 1 Dutch Foundation

Hari pertama Dutch Foundation for postgraduate Medical courses in Indonesia. Enjoy it...

Selasa, 09 April 2013

O, KOTA TERCINTA BUMI KELAHIRAN


Untuk : Sragen



Kutulis rinduku lewat nafas-nafas angin malam tanpa jiwa
bertaburkan kerlingan bintang yang terurai
dalam keheningan
          :  aku rindu
             menelusuri kembali sejuknya nuansamu
             menapaki semuanya
             namun ada gamang di sudut hati
             masihkan terdengar gemerisik angin 
             membelai dedaunan
             membasuh segala bayangan dan lamunan diri
             tetapkah dikau seperti gadis desa
             lugu, polos, tak bermake-up, tak bergincu?


Kurajut rinduku di mega-mega angkasa
berselimutkan hamparan langit biru
Setelah sekian lama aku mengembara
mencari jati diri
mencari jatining hidup yang hakiki
          :  puluhan kota tlah kulalui
             semua telah berubah
             memacu diri dalam derap pembangunan
             Apakah kau akan seperti itu?


Kulenggangkan rinduku dalam sukma
bersandingkan bunga-bunga asmara dalam dada
dalam kesendirian kukidungkan
tembang-tembang kehidupan
kurangkum dalam suatu simphoni
          :  malam ini kukejar bulan-Mu
             sebagai teman menelusuri jalan malam
             - o, kota tercinta, bumi kelahiran
             sekarang baru terasa rinduku
             semakin menggebu


Dan ketika aku singgah ke pangkuanmu
melepas segala rindu
melepas segala hasrat berjumpa
          :  Sragen
             kini kau bukan kotaku yang dulu
             tapi kau kota impianku
             Dalam arena pembangunan
             kau gelarkan segala pesonamu
             kau singkapkan segala tirai prestasimu
             dalam kibaran panji SRAGEN ASRI
             - o, kota tercinta, bumi kelahiran
             kau kepakkan sayapmu
             melanglang buana, menguak batas cakrawala
             - o, kota tercinta, bumi kelahiran

- Suatu saat nanti kita kan menyatu
  dalam jiwa yang bersatu



Sragen, 1991
kutulis ulang sebagai kenangan
Juara III Lomba Cipta Puisi Hari Jadi Kota Sragen