Minggu, 01 Juni 2014

TAMAN BUNGKUL : WISATA LENGKAP JASMANI & ROHANI

Taman Bungkul (Dokumentasi pribadi)
Sahabat yang pernah berkunjung atau tinggal di Surabaya pastinya pernah ke Taman Bungkul, atau minimal melewatinya. Bagi yang belum pernah berikut ulasan tentang Taman bungkul yang menyimpan potensi wisata. Paket wisata yang lengkap karena meliputi wisata jasmani dan rohani.

Taman Bungkul terletak di jantung kota Surabaya dan menempati area sekitar 900 meter persegi. Tepatnya di Jalan Raya Darmo di pusat kota Surabaya. Jalan Raya Darmo adalah sebuah jalan protokol yang sangat penting sebagai akses keluar masuk kota Surabaya. Setiap hari Minggu ruas jalan yang lebar ini dengan rute terpanjang di antara jalan-jalan lain digunakan untuk car free day.

Taman Bungkul yang diresmikan pada tanggal 21 Maret 2007 ini merupakan taman wisata kota yang menawarkan paket lengkap. Paket lengkap tersebut berupa wisata jasmani dan rohani.

WISATA JASMANI

Berbagai fasilitas yang menunjang wisata jasmani terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh alias olah raga. Adapun fasilitas tersebut adalah sebagai berikut :

Jogging Track


Jogging Track (Dokumentasi pribadi)
Jogging Track (Dokumentasi pribadi)

Taman Bungkul memiliki jogging track yang panjang dan lebar yang tertata indah dan bersih yang membentang. Bagi anda yang gemar jogging atau jalan kaki fasilitas ini bisa digunakan. Saya jamin anda akan menyukai tempat ini.

Plaza atau Amfiteater


Plaza (Dokumen pribadi)

Plaza (Dokumen pribadi)
Plaza atau amfiteater ini biasanya kalau pagi digunakan untuk senam bersama. Namun juga bisa digunakan sebagai panggung untuk live performance berbagai jenis entertainment. Bentuk yang melingkar dengan diameter sekitar 33 meter tersebut sangat cocok untuk menikmati sebuah pertunjukan.

Area Akupresur


Area Akupresur (Dokumen pribadi)
Akupresur adalah salah satu pengobatan alternatif yang berasal dari Cina. Terapi akupresur dilakukan dengan cara melakukan pemijatan pada lokasi tertentu di tubuh manusia. Pemijatan dengan benda tumpul atau ujung jari dan siku tanpa melukai permukaan kulit. Tujuannya untuk menyeimbangkan kondisi tubuh dan memberikan energi positif dalam tubuh. Telapak kaki dan tangan mengandung banyak titik-titik akupresur. Dengan berjalan di atas batu tumpul yang menonjol adalah salah satu cara sederhana pelaksanaan akupresur.

Di Taman Bungkul terdapat area akupresur. Sepanjang pengamatan saya para lansia yang lebih banyak berada di area ini dengan berjalan kaki tanpa pakai alas kaki.

Skateboard track & BMX track


Skateboard track & BMX track (Dokumen pribadi)

Skateboard track & BMX track (Dokumen pribadi)
Bagi penggemar skateboard atau BMX, Taman Bungkul menyediakan area khusus untuk mereka yaitu Skateboard track & BMX track. Para penggemar hobi ini akan di tantang dengan track yang mengasyikkan. Beberapa perkumpulan penggemar skateboard dan BMX sering menggunakan fasilitas ini sebagai ajang silaturahmi atau even lomba.

Taman Bermain Anak-anak


Taman Bermain Anak-anak (Dokumen pribadi)
Taman Bungkul juga memiliki fasilitas taman bermain bagi anak-anak. Berbagai jenis permainan ada di sini, seperti ayunan, prosotan, jungkat-jungkit, panjatan dan sebagainya. Anak-anak akan senang bermain di taman ini, apalagi ditunjang keindahan, keteduhan dan kebersihan tamannya.

Fasilitas Lain

Berbagai fasilitas lain juga tersedia di Taman Bungkul ini seperti zona akses WiFi gratis, telepon umum, toilet, tempat sampah di berbagai tempat. Selain itu juga tersedia tempat duduk di berbagai sudut di taman ini untuk melepas penat dan lelah anda.

Berbagai papan petunjuk dan larangan terlihat jelas di Taman Bungkul ini. Ada loket informasi yang akan membantu anda jika mengalami kebingungan. Walikota Surabaya, Bu Risma  juga menempatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama 24 jam penuh untuk menjaga keamanan dan menjaga agar taman ini tidak digunakan sebagai tempat berpacaran dan perbuatan tak senonoh yang kelewat batas.


Telepon umum & Informasi (Dokumentasi pribadi)

Salah satu papan larangan (Dokumentasi pribadi)

Tempat duduk (Dokumentasi pribadi)

Tempat duduk di sisi lain (Dokumentasi pribadi)

Tempat sampah tersedia di banyak tempat (Dokumentasi pribadi)
Pujasera

Pedagang kaki lima mempunyai area tersendiri di Taman Bungkul ini. Sehingga kesan rapi tampak terlihat. Berbagai kuliner tersedia di sini dari menu lokal hingga internasional. Saya pribadi sangat tertarik dengan makanan khas Jawa Timur seperti rawon, pecel, tahu tek, rujak cingur dan sebagainya. 

Rawon kalkulator adalah salah satu daya tarik di tempat ini. Selain rasanya enak ada yang unik di sini yaitu namanya. Usut punya usut kenapa di sebut rawon kalkulator? Apakah karena pedagangnya menggunakan kalkulator? Ternyata bukan. Yang menjadi kalkulator adalah pegawai yang dengan cepatnya menghitung rupiah yang harus dibayar secara mencongak tanpa alat dan tanpa ditulis. Dia laksana "kalkulator" yang berjalan.


Salah satu menu : Bubur Ayam (Dokumentasi pribadi)
WISATA ROHANI & RELIGI

Taman Bungkul merupakan tujuan wisata atau taman wisata kota yang lengkap. Selain merupakan taman wisata jasmani juga merupakan wisata rohani serta religi.

Keindahan Taman

Keindahan taman yang dipadu dengan keteduhan serta kebersihan menjadikan Taman Bungkul menjadi wisata rohani yang asri. Rasa penat di badan dan beban yang ada di pikiran menjadi lega melihat keasrian taman ini. Pengunjung akan dimanjakan dengan bunga-bunga yang indah dan air mancur yang menyejukkan hati. Sungguh suatu tempat yang menyejukkan jiwa sehingga kita akan betah berjam-jam di taman ini.


Arsitektur yang indah (Dokumentasi pribadi)
Air mancur (Dokumentasi pribadi)
Bunga (Dokumentasi pribadi)
Bunga (Dokumentasi pribadi)
Bunga (Dokumentasi pribadi)
Mbah Bungkul

Taman bungkul adalah taman yang luar biasa. Di balik keindahan dan keasriannya terdapat sebuah komplek makam. Komplek makam ini adalah destinasi wisata religi. Komplek makam tersebut adalah komplek makam Sunan Bungkul atau sering disebut sebagai Mbah Bungkul.

Konon menurut juru kunci makam, Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul ini adalah Empu Supa, seorang ahli pembuat keris dan tokoh masyarakat serta pemuka agama pada masa kerajaan Majapahit di abad XV.

Beliau adalah tetua desa Bungkul. Sekitar 600 tahun silam, Raden Rahmat atau Sunan Ampel menempuh perjalanan dari Trowulan Majapahit menuju Kalimas di Ampel Denta pernah singgah dan bertemu dengan Empu Supa di Bungkul. Atas dakwah Sunan Ampel, Empu Supa kemudian memeluk agama Islam dan berjuluk Ki Ageng Mahmudin. Karena menghuni desa Bungkul, Ki Supa akhirnya lebih dikenal sebagai Sunan Bungkul.

Ikatan kedua sunan ini berlanjut hingga kemudian Sunan Bungkul menjadi mertua Raden Rahmat. Penyebaran agama Isalam menjadi cepat berkembang karena bantuan Mbah Bungkul yang aktif berdakwah di Surabaya Selatan. 

Sosok Mbah Bungkul diyakini sebagai salah satu wali besar di Surabaya. Banyak peziarah yang berkunjung ke makam Sunan Ampel merasa tidak lengkap jika  belum berkunjung ke komplek makam Mbah Bungkul di area Taman Bungkul ini. Selain itu di komplek makam ini terdapat masjid sebagai tempat beribadah.


Gerbang makam Mbah Bungkul (Dokumentasi pribadi)

Makam Mbah Bungkul (Dokumentasi pribadi)
Masjid di komplek makam (Dokumentasi pribadi)
PRESTASI

Taman Bungkul meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Taman Terbaik se-Asia pada tahun 2013.

O ya, di taman ini banyak saya jumpai berbagai kelompok-kelompok. Seperti kelompok sepeda, skateboard, kelompok peduli lingkungan yang saling berkumpul bertukar pengetahuan ataupun even lomba. Tak jarang juga sebagai tempat untuk "kopi darat" atau pertemuan kelompok di dunia maya melalui jejaring sosial. 

Apakah Warung Blogger juga tertarik untuk mengadakan kopi darat di sini ? Saya pribadi sangat mendukung ide tersebut.


Salam








5 komentar:

  1. pengen banget main ke surabaya!
    sukses ya buat lombanya :D

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah sudah pernah kopdar di Bungkul dengan mbak Yuni, Memang bagus sekali, padahal saya hanya di sana 1 jam dan di satu sudut saja. :D
    Senang membaca ulasan lengkap taman bungkul ini. Jika ke Surabaya lagi, harus ke sini dari pagi sampai siang agar bisa eksplore lebih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau WB mau ngadain kopi darat di Taman Bungkul kabari ya mbak. Pengin ikut nih. Hehehehe
      Terima kasih sudah mampir mbak.
      Salam

      Hapus